Ini Alasan Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Ucapkan Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun 

Ihya Ulumuddin
Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menggunakan hak suaranya di TPS 25 Ketintang, Rabu (9/12/2020). (istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Kalimat istirja ‘Innalillahi wa Innailaihi Rajiun’ yang diucapkan Calon Wali Kota SurabayaEri Cahyadi pada pidato kemenangan ramai jadi perbincangan. Sebab, lafaz yang identik dengan musibah atau ujian itu diucapkan Eri di momen kegembiraan. 

Di temui seuai pidato kemenangan, Eri Cahyadi pun menyampaikan alasannya. Bahwa, kalimat tersebut sengaja diucapkan karena dia menganggap amanah sebagai wali kota yang bakal diemban merupakan sebuah beban. 

“Buat saya yang namanya jabatan, pimpinan, itu bukan untuk dikejar atau dicari dan untuk dikuasai. Tapi ini adalah sebuah amanah,” katanya, Rabu (9/12/2020). 

Eri melanjutkan, ketika amanah tersebut turun dan cukup berat, maka harus dikembalikan kepada Tuhan. “Harus dikembalikan kepada Gusti Allah. Karena seorang pemimpin itu harus adil. Seorang pemimpin harus rata, harus bisa melihat semua rakyatnya,” ujarnya.

Tanggung jawab itulah kara Eri yang dianggap sebagap sebagai sesuatu yang berat. Sebab, sekali saja salah maka seorang pemimpin harus bertanggung jawab di dunia dan akhirat. “Karena itu sebagai manusia kita katakan kembali, Innalillahi wa inna ilaihi rajiun,” ucapnya.

Eri juga menyebut bahwa pemimpin itu bukan untuk diperebutkan. Itu sebabnya, ketika amanah tersebut turun, bukan kalimat Alhamdulillah yang diucapkan. “Semua ini sesuai dengan yang diajarkan masyayikh (kiai). Jabatan adalah amanah. Maka sewaktu-waktu amanah tersebut diambil, maka seyogyanya kita mengucapkan itu (innalillahi wa inna ilaihi rajiun),” katanya. 

Diketahui, pasangan calon Eri Cahyadi-Armuji unggul jauh atas Machfud Arifin-Mujiaman berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei. Paslon nomor urut 1 tersebut mendapatkan 57 persen suara. Sedangkan Machfud-Mujiaman 42 persen. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral! Puluhan Biduan Dangdut di Jatim Jadi Korban Arisan Bodong, Kerugian Rp1,8 Miliar

57 tahun lalu

Siap-Siap! Pendatang Mengadu Nasib Tanpa Pekerjaan di Surabaya bisa Dipulangkan

57 tahun lalu

Pemkot Surabaya Bentuk Satgas Penindakan Premanisme-Mafia Tanah usai Kasus Nenek Elina

57 tahun lalu

Respons Tegas Wali Kota Surabaya Kasus Pengusiran dan Pembongkaran Rumah Nenek Elina

57 tahun lalu

Cegah Tawuran, Surabaya Berlakukan Jam Malam Anak di Bawah 18 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal