Imbas Ledakan Blitar, Pengawasan Penjualan Bahan Kimia di Malang Diperketat

Antara
Polresta Malang Kota memperketat pengawasan bahan kimia berbahaya atau mudah meledak imbas ledakan di Blitar. (Foto: Antara)

Dalam patroli pada sejumlah toko di Kecamatan Sukun tersebut, tambahnya, tidak ditemukan adanya bahan-bahan kimia yang bisa dipergunakan untuk membuat petasan. Petugas juga memberikan edukasi kepada pemilik toko agar tidak sembarangan menjual bahan kimia tersebut.

"Berdasarkan hasil patroli, kami tidak menjumpai toko yang menjual bahan kimia atau bahan baku pembuatan petasan. Kami tetap mengimbau kepada para penjual untuk tidak sembarangan karena bisa menyebabkan dampak yang sangat membahayakan," ujar dia.

Sebelumnya, Minggu (21/2/2023), ledakan besar terjadi pada sebuah rumah di Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Ledakan tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan sejumlah rumah rusak.

Ada sebanyak 33 rumah warga dan satu fasilitas umum berupa musala rusak akibat ledakan tersebut. Dari jumlah bangunan rusak itu, sebanyak 22 bangunan di antaranya tercatat rusak ringan, delapan rusak sedang, dan sisanya rusak berat.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan di Malang, Motor dan Ambulans Tabrakan di Depan IGD RSSA

57 tahun lalu

Bukan Gas Beracun, PT MCCI Cilegon Ungkap Sumber Ledakan yang Bikin Warga Panik

57 tahun lalu

Viral! Wanita di Malang Dinikahi Sesama Perempuan, Terbongkar saat Malam Pertama

57 tahun lalu

Brutal! Pemuda di Malang Bunuh Teman Kencan di Kamar Kos gegara Tak Mampu Bayar

57 tahun lalu

Pemuda Diduga Coba Bakar Gedung DPRD Malang Ditetapkan Tersangka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal