Menurutnya, selama ini Rifky beraktivitas di luar rumah atau ke sekolah dengan penutup kepala, wajah dan menggunakan pakaian lengan panjang. Namun, bercak-bercak ini terus timbul.
“Rifky harus pakai topi dan masker serta penutup tangan untuk sekolah,” katanya.
Dokter Spesialis Bedah dr Urip Murtedjo yang sekaligus penanggung jawab pasien Rifky menjelaskan, Xeroderma Pigmentosum merupakan penyakit sangat langka. Kasusnya baru pertama ditemukan di Jawa Timur, bahkan mungkin Indonesia. Kelainan kulit ini bisa menjadi tumor, bila dipicu sinar matahari.
“Ini kalau terpapar sinar matahari, sel kulitnya bisa berubah menjadi sel ganas,” katanya.
Selain menjalani operasi pengangkatan tumor, tim dokter juga memberi salep atau sunblock untuk melindungi kulit. Saat ini Rifky harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soetomo dan membutuhkan bantuan.