Seorang warga Abdul Rozak menutukan, saat peristiwa banjir bandang dia mendengar bunyi gemuruh. Dirinya langsung memanggil istri yang mau mandi. Dalam hitungan detik, datang terjangan banjir bandang yang dipenuhi lumpur.
“Saya bergegang dipojokan rumah. Saya sempat pikir mau mati namun dapat selamat dari musibah itu,” tuturnya..
Proses pembersihan akibat musibah ini berjalan lambat karena banyak warga yang berada di lokasi untuk menyaksikan evakuasi. Kondisi di wilayah terdampak banjir bandang penuh dengan lumpur setebal beberapa puluh centimeter.