Sementara itu, ruang tamu tempat Henry disemayamkan, penuh dengan saudara dan kolega. Secara bergantian, mereka memberi dukungan moril pada istri Henry. Beberapa orang lainnya sibuk memasang tenda agar rumah duka tidak terasa panas oleh sengatan matahari.
John Limahelu, kakak tertua Henry saat ditemui di rumah duka mengatakan, adiknya tersebut tidak mengidap penyakit kronis. Hanya saja Henry pernah terserang bronkitis.
"Sebelum dibawa ke rumah sakit, Henry sempat pingsan. Itu pada Selasa (13/4/2021) malam. Dia waktu itu bersama teman-temannya di Krembangan. Saat pingsan, Henry dibawa ke Pusura hingga kemudian dibawa ke RS Husada Utama," katanya.
Pada Rabu (14/4/2021), Henry menjalani operasi karena mengalami pecah pembuluh darah ke otak. Setelah operasi, kondisi Henry tak kunjung membaik dan bahkan semakin kritis.
Akhirnya pada Sabtu (24/4/2021) pukul 08.15 WIB, Henry mengembuskan napas terakhir. "Saya tidak merasakan firasat apa-apa (sebelum Henry meninggal dunia). Hanya tadi malam, saya tidak bisa tidur. Tidak tahu kenapa," ujarnya.