HIV Jangkit 136 Anak Usia 1-14 Tahun di Surabaya, Ini Pemicunya

Aan Haryono
Sebanyak 136 anak usia 1-14 tahun di Surabaya terjangkit HIV. Ini pemicunya. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mencatat sedikitnya 136 anak di wilayah itu positif terjangkit HIV hingga 2022. Seratusan anak itu berusia 1-14 tahun.

Kepala Dinkes Kota Surabaya Nanik Sukristina memerinci, sebanyak 55 kasus di antaranya merupakan warga ber-KTP Surabaya. Sementara 81 anak sisanya berasal dari luar Surabaya.

"Virus HIV ini tidak hanya menyerang pada orang dewasa, pada anak-anak juga telah ditemukan kasus HIV," kata Nanik, Kamis (23/2/2023).

Menurut dia, indikasi risiko penularan HIV pada anak disebabkan oleh kurangnya kepatuhan minum obat ARV bagi ibu yang telah terinfeksi HIV, dan tidak adanya dukungan dari pasangan atau keluarga.

“Penularan virus HIV yang terjadi pada anak dikarenakan transmisi vertikal yaitu penularan melalui ibunya yang telah terinfeksi virus HIV. Penularan bisa terjadi selama kehamilan, saat persalinan dan ketika menyusui,” kata Nanik.

Dia mengatakan, pihaknya terus berupaya mencegah penularan dan menekan angka kasus HIV di Kota Surabaya dengan korban dewasa mau pun anak-anak. Bahkan, kata dia, Dinkes juga sudah melakukan berbagai upaya promotif preventif untuk menekan kasus HIV ini.

Nanik mengatakan, Dinkes Kota Surabaya telah melakukan upaya penanganan terhadap anak-anak yang telah terinfeksi HIV. Beberapa di antaranya melakukan pemberian pengobatan ARV gratis, pemeriksaan Early Infant Diagnose bagi bayi usia minimal enam minggu, pendampingan, konseling dan kunjungan rumah (homecare) untuk memperkuat kondisi psikologis pasien, dan pemberian dukungan PMT susu untuk mempertahankan kondisi kesehatan dan meningkatkan imunitas.

“Selain itu, Dinkes juga melakukan penanganan permasalahan kependudukan seperti kebutuhan Akte dan Kartu Keluarga, penguatan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) yang melibatkan ibu hamil HIV dan anak-anak dengan HIV, dan penguatan konseling oleh dokter atau psikolog di layanan HIV baik bagi pasien, pasangan pasien dan/atau keluarganya,” katanya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

29 Pria yang Jadi Tersangka Pesta Gay di Surabaya Positif HIV, Ini Langkah Dinkes

57 tahun lalu

29 Peserta Pesta Seks Gay di Surabaya Positif Mengidap HIV, Terungkap dari Tes Kesehatan

57 tahun lalu

Bantul Geger, Dokter Gadungan Perempuan Tipu Warga hingga Rp538 Juta

57 tahun lalu

Sempat Telantar Usai Diusir Anak, Ibu Lansia di Probolinggo Dibawa Warga ke Panti Jompo

57 tahun lalu

Diusir Anak, Ibu Berusia Lanjut di Probolinggo Telantar hingga Tidur di Pinggir Jalan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal