Pada kesempatan itu Moeldoko juga menyinggung soal posisi Indonesia di dunia internasional. Ia menyebut saat ini dunia masih dalam situasi turbulensi akibat pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina. Situasi tak menentu itu membuat harga komoditi dunia pada naik.
Namun harga BBM di Indonesia, kata Moeldoko tetap lebih murah dibanding negara lain. Begitu juga dengan harga beras, juga masih lebih murah. Artinya di tengah situasi yang tidak mudah negara Indonesia telah dikelola dengan benar dan sungguh-sungguh. "Tenan iki, le, nduk (Serius ini nak)," ujarnya.
Moeldoko juga mengatakan, sistem politik yang ada di Indonesia saat ini memberi peluang kepada siapapun untuk menjadi apapun di manapun. Dia mencontohkan dirinya yang berasal dari keluarga petani miskin di Kabupaten Kediri.
Namun karena memiliki tekad dan kemauan kuat serta semangat tinggi, dirinya bisa lepas dari kemiskinan dan bahkan menjadi Panglima TNI. Moeldoko mengingatkan tahun 2045 merupakan tahun Indonesia emas, di mana para pemuda di hadapannya sekarang ini yang kelak memegang negara.
"Anak muda tidak ada yang tidak bisa. Kalian yang kecil di depan, akan bisa menjadi panglima TNI seperti saya," katanya.
Seperti diketahui KSP Moeldoko tiba di alun-alun Kanigoro pada sore hari menjelang petang. Di atas panggung terlihat Bupati Blitar Rini Syarifah, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto, Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai, Ketua GP Ansor Kabupaten Blitar Hermawan dan perwakilan dari Pemprov Jatim.