“Ada sesuatu yang lebih besar yang harus dipikirkan bersama pasca (Pemilu) 17 April. Siapa pun presidennya, rakyat ini harus sejahtera dan Indonesia menjadi semakin kuat. Itulah hal yang harus dijaga bersama-sama,” kata dia.
Gus Ipul masih yakin, aksi penolakan terhadap Cawapres Ma'ruf Amin bukanlah karakter asli masyarakat Madura.
Masyarakat Madura, selama ini punya tradisi kuat menghormati tamu. Bisa dilihat kalau ada tamu pasti orang madura akan membersihkan rumah, bahkan ada juga yang sampai mengecat rumah.
“Lebih-lebih jika tamunya adalah seorang ulama. Maka itu, ini (kejadian di Pamekasan) aneh, bukan karakter Madura. Mungkin ada kesalahpahaman, atau terprovokasi, ini bukan asli Madura," kata Gus Ipul.
Diketahui, pada Senin (1/4/2019), beberapa orang yang mengenakan atribut bergambar Prabowo-Sandi mencoba menghadang kedatangan Ma'ruf Amin yang rencannya menghadiri haul dan berziarah ke Makam Kiai Suhro di Pamekasan.
Massa menghadang dengan terus meneriakkan "Prabowo! Prabowo! Prabowo!" dan membentangkan aneka poster bergambar Prabowo-Sandi.