GP Ansor Surabaya Desak Polisi Usut Kasus Pembacokan Banser di Masjid

Ihya Ulumuddin
Ketua PC GP Ansor Jatim M Faridz Afif menunjukkan foto anggota banser, korban pembacokan, Selasa (20/11/2018). (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Kasus pembacokan anggota banser, Bahrawi, di sebuah masjid kawasan Dukuh Bulak Banteng, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/11/2018) memantik reaksi keras Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Surabaya. Mereka mendesak aparat kepolisian membekuk pelaku dan mengusut tuntas dalang atas tindakan keji tersebut. 

"Kami menyesalkan hal ini dan meminta Polres Tanjung Perak untuk mengusut tuntas kasus ini," kata Ketua PC GP Ansor Surabaya M Faridz Afif, Selasa (20/11/2018). 

Afif menilai, kasus pembacokan tersebut bukan kriminal murni. Tetapi ada motif tertentu berkaitan dengan momen politik. Indikasi itu muncul karena peristiwa pembacokan terjadi pascakorban memasang banner seorang calon anggota legislatif (caleg). Kuat dugaan, pelaku pembacokan tidak senang dengan tokoh yang berada dalam gambar banner. Bukan sekadar pada Bahrawi.  

"Kami melihat bahwa kasus pembacokan tersebut ada pihak yang menggerakkan. Sebab, pascapemasangan banner, korban telah meminta maaf dan melepas banner tersebut. Kami yang fotonya ada pada banner itu juga sudah meminta maaf" ucapnya. 

Afif menyebut, ada beberapa motif yang diduga berada di balik kasus tersebut. Pertama, adanya kesalahpahaman. Kedua, karena pelaku alami gangguan kejiwaan. Ketiga, pelaku digerakkan oleh pesaing politiknya. "Bisa dari partai yang lain, atau satu partai," kata pria yang juga caleg PKB ini. 

Karena itu, pihaknya mendesak kepada aparat kepolisian untuk bergerak cepat mengungkap kasus ini. Sebab dirinya khawatir, kasus ini menimbulkan kesalahpahaman dan merembet lebih luas.

Afif menjelaskan, kasus pembacokan ini sudah dilaporkan ke Polres Tanjung Perak. Namun, hingga saat ini pelaku belum juga diringkus. 

Untuk diketahui, insiden pembacokan ini bermula dari pemasangan alat peraga kampanye (APK) bergambar anggota caleg DPRD Jatim dari PKB, Afif serta caleg DPR RI Ali Ya'cub pada Jumat (16/11/2018). Pemasangan banner tersebut dilakukan oleh Bahrawi yang juga paman Afif di kawasan Dukuh Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya. 

Pemasangan dua APK tersebut dilakukan di depan rumah kosong milik kerabat Haji Lutfi, tetangga Gus Afif. 

Nah, sehari setelah pemasangan APK tersebut, seorang kerabat dari Haji Lutfi membawa samurai dan mempertanyakan pemasangan APK tersebut kepada korban. Saat itu juga korban memohon maaf dan mencopot APK tersebut. 

Namun, masalah tersebut ternyata belum selesai. Pelaku justru kembali dengan membawa massa yang berjumlah lima orang. Mereka lantas mengeroyok Bahrawi yang saat itu sedang bekerja menjadi tukang di masjid. Saat itulah, satu dari lima pelaku membacok Bahrawi dengan samurai dan mengenai tangan korban. 

Beruntung Bahrawi berhasil melarikan diri, kendati mengalami luka cukup parah. "Sampai hari ini, korban masih dirawat di rumah sakit, sebab harus menjalani operasi," kata Afif.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Anak Durhaka! Pria di Makassar Ancam Bunuh Ayah Pakai Parang gegara Judol 

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

Brutal! Kakak Aniaya Adik Perempuan di Gowa hingga Memar di Sekujur Tubuh

57 tahun lalu

Pria Penganiaya Perempuan Petugas SPBU di Makassar Ditangkap Polisi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal