Gempa Besar Ancam Jatim, Pakar Geofisika UB: Lempeng Malang Selatan Sudah Tua

Avirista Midaada
Sejumlah anggota TNI-Polri bergotong rotong membersihkan puing-puing bangunan rumah warga yang roboh akibat gempa bermagnitudo 6,1 di Malang, Jatim. (Foto: MNC Portal/Avirista Midaada)

Adi sempat merilis hasil analisisnya mengenai gempa pada 2006 lalu. Hal ini dilakukan setelah Indonesia diterpa banyak gempa, baik di Yogyakarta, Pangandaran dan sebagainya. Kejadian tersebut membuat masyarakat panik dan menerka-nerka waktu kejadian gempa di Indonesia. 

Pada salah satu analisisnya, Adi memfokuskan pada periodisasi gempa besar yang terjadi di Jawa Timur (Jatim). Jatim tercatat pernah mengalami gempa besar pada 1967. Tidak ada yang tahu besaran gempa tersebut, mengingat alat pendeteksi belum secanggih saat ini. 

Berdasarkan laporan yang ada, gempa 1967 telah memberikan dampak kerusakan cukup besar.  "Rusak sekian di daerah Dampit, Gondanglegi, ke arah barat banyak yang rusak. Pusatnya juga masih belum modern saat itu. Sehingga tidak diketahui berapa kekuatan, hanya kisaran kerusakan di daerah ini. Ada rumah hancur dan meninggal. Itu saja," kata Adi. 

Selanjutnya, peristiwa gempa besar di Jatim kembali terjadi pada 1994. Gempa yang terjadi di Banyuwangi tercatat memiliki kekuatan sebesar 7,6 SR. Peristiwa ini menyebabkan rumah rusak, ratusan warga terluka dan meninggal. 

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang, Ma’muri menjelaskan, setidaknya ada tiga penyebab gempa bumi di Jatim. Pertama, gempa yang bersumber pada subduksi lempeng Indo-australia dan Eurasia di wilayah Selatan Jawa. 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Besar Magnitudo 6,1 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 5,5 Guncang Maluku Barat Daya, Tidak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Gempa Besar Magnitudo 6,4 Guncang Pegunungan Bintang Papua

57 tahun lalu

Gempa Besar M6,5 Guncang Melonguane Sulut

57 tahun lalu

Jadi Pembicara TALKVO 2025, Wali Kota Kediri Tekankan Pentingnya Advokasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal