Sementara orang tua Yunita, Umiatun, tampak sangat berduka dengan kematian putrinya. Namun, dia mengaku ikhlas dengan kepergian Yunita karena dia tidak tega melihat kondisinya yang hanya bisa terbaring lemah.
“Tadi malam itu dia kritis lagi, jam 9 malam. Dia nggak bisa ngomong karena pakai alat itu, dia cuma meronta aja. Kalau saya tanya ke dokter katanya penyakit dalamnya sudah membaik, cuma dia kena serangan jantung. Kalau saya ikhlas aja karena enggak tega melihat dia seperti itu,” kata Umiatun.
Informasi dari keluarga, jenazah Yunita Maulidia rencananya dimakamkan di pemakaman umum Desa Grinting, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, hari ini juga.