Fenomena Bediding Landa Sampang, Suhu Malam Hari Jadi Dingin di Musim Kemarau

Diwan Mohammad Zahri
Ilustrasi fenomena bediding melanda Sampang di musim kemarau. (Foto: Ist)

Penurunan suhu udara biasanya terjadi pada malam hingga dini hari, dengan intensitas berbeda di setiap wilayah. Umumnya kondisi ini lebih ekstrem di kawasan pegunungan seperti Dieng dan Lembang, namun kini juga mulai dirasakan warga pesisir dan dataran rendah.

“Fenomena ini bukan bencana atau cuaca ekstrem. Namun masyarakat tetap perlu menjaga kondisi tubuh, terutama anak-anak dan lansia,” kata Candra.

BPBD dan BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi bediding. Langkah utama yang disarankan adalah menjaga daya tahan tubuh.

“Kondisi seperti ini lazim terjadi saat kemarau di Indonesia. Waspada boleh, tapi tidak perlu berlebihan. Fokusnya adalah menjaga kesehatan,” ucapnya.

Masyarakat disarankan mengonsumsi makanan bergizi, minuman hangat serta mengenakan pakaian tebal di malam hari untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BMKG Ungkap Penyebab Suhu Dingin Ekstrem di Bromo hingga Picu Embun Upas 

57 tahun lalu

Suhu Udara Gunung Bromo Menyentuh 0 Derajat, Salju Bermunculan di Beberapa Lokasi

57 tahun lalu

Kata TNBTS soal Fenomena Embuk Beku di Bromo hingga Suhu Ekstrem 0 Derajat Celsius

57 tahun lalu

Fenomena Embun Beku bak Salju di Gunung Bromo, Suhu Ekstrem Capai 0 Derajat Celsius

57 tahun lalu

Gunung Bromo Diselimuti Embun Upas bak Salju, Suhu Udara sampai 5°C

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal