Fenomena Bediding Landa Sampang, Suhu Malam Hari Jadi Dingin di Musim Kemarau

Diwan Mohammad Zahri
Ilustrasi fenomena bediding melanda Sampang di musim kemarau. (Foto: Ist)

SAMPANG, iNews.id - Fenomena suhu dingin atau bediding yang terjadi pada musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga September 2025. Warga Kabupaten Sampang dan sekitarnya diimbau untuk tetap menjaga kesehatan, terutama pada malam hingga dini hari saat suhu udara menurun signifikan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut suhu udara dingin ini akan lebih terasa di dataran tinggi dan wilayah jauh dari garis pantai. Namun efeknya kini juga mulai terasa di daerah rendah seperti Sampang.

Kepala Pelaksana BPBD Sampang, Candra Rhomadani Amin menjelaskan fenomena bediding bukan cuaca ekstrem ataupun bencana, melainkan kondisi yang umum terjadi saat kemarau.

“Angin timur dari Australia turut mendorong penurunan suhu, terutama di wilayah selatan ekuator,” ujarnya, Selasa (29/7/2025).

Menurut Candra, sejumlah faktor pemicu bediding antara lain minimnya tutupan awan, kelembapan udara yang rendah dan embusan angin dingin dari Australia yang bersifat kering.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BMKG Ungkap Penyebab Suhu Dingin Ekstrem di Bromo hingga Picu Embun Upas 

57 tahun lalu

Suhu Udara Gunung Bromo Menyentuh 0 Derajat, Salju Bermunculan di Beberapa Lokasi

57 tahun lalu

Kata TNBTS soal Fenomena Embuk Beku di Bromo hingga Suhu Ekstrem 0 Derajat Celsius

57 tahun lalu

Fenomena Embun Beku bak Salju di Gunung Bromo, Suhu Ekstrem Capai 0 Derajat Celsius

57 tahun lalu

Gunung Bromo Diselimuti Embun Upas bak Salju, Suhu Udara sampai 5°C

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal