Hal serupa juga dibenarkan pihak kampus tempat Bagus mengeyam pendidikan, melalui Wakil Dekan (Wakil) Dekan III Bidang Kemahasiswaan dr Eriko Pramestiningtyas mengatakan, keterangan beberapa rekan dan orang tuanya, korban memang sempat dicari selama sepekan sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa.
"Jadi kami betul-betul hanya mendapat informasi dari poster yang beredar. Tidak ada laporan resmi dari keluarga kepada kita sebagai pengelola fakultas apabila yang bersangkutan tidak bisa dihubungi selama di sini sudah seminggu. Kami hanya mendapat informasi ini tidak sengaja ada yang mengirimkan poster ini," katanya.
2. Terdeteksi mahasiswa UB dari sidik jari
Saat ditemukan pertama kali, tak ada identitas korban yang melekat sama sekali. Jenazah berhasil diidentifikasi dari hasil sidik jari saat dibawa ke RS Bhayangkara Porong Sidoarjo.
"Terungkap lewat pemeriksaan sidik jari," ujar Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo.
Adhi menambahkan, kartu identitas Bagus Prasetyo sengaja diambil terduga pelaku sebab saat ditemukan dompet korban sudah tak ada.