Namun, pembicaraan keluarga tersebut berubah menjadi perdebatan. Ernawati menyatakan tidak menyetujui rencana pernikahan karena perbedaan pandangan terkait perpindahan agama. Adu mulut pun tak terhindarkan hingga suasana memanas.
“Saya takut waktu itu, sudah pasrah,” ujar Ernawati dalam persidangan dikutip dari iNews Surabaya, Jumat (30/1/2026).
Merasa tertekan, Ernawati kemudian memilih meninggalkan lokasi dan masuk ke dalam mobilnya. Namun situasi justru semakin memburuk. Dalam dakwaan disebutkan, pintu mobil korban dibuka secara paksa dan korban diminta turun.
Terdakwa Fitri Setiawati diduga menarik lengan kiri Ernawati sambil melontarkan kata-kata bernada penghinaan. Ucapan tersebut disebut meninggalkan luka psikologis bagi korban.
“Saya dihina. Sebagai orang tua, tentu sangat tersinggung,” kata Ernawati.