Efek Covid-19, Angka Perceraian di Jember Tembus 3.000 Kasus selama September

Bambang Sugiarto
Ilustrasi perceraian (Sindonews)

“Jika demikian, maka tidak ada pilihan bagi hakim untuk memutuskan percerain, guna kebaikan bersama,” katanya.

Informasi yang dihimpun, kasus perceraian ini karena selama pandemi Covid-19, banyak pasangan berhenti bekerja karena PHK (pemutuhan hubungan kerja). Kondisi ini memengaruhi kondisi perekonomian mereka dan berujung disharmoni. Mereka yang tidak betah akhirnya memilih jalan pintas, mengakhiri hubungan pernikahan.

Sementara itu, selama pandemi Covid-19, PA Jember tetap melayani sidang perceraian. Namun, masyarakat tetap diwajibkan mematuhi protokol kesehatan. Selain memakai masker, mereka juga diminta menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum masuk area pengadilan.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
18 jam lalu

Terungkap! Polisi Gadungan yang Dekati Bu Guru ASN di Jember Ternyata Driver Online

20 jam lalu

Menyamar Jadi Polisi demi Memikat Wanita Idaman, Pemuda di Jember Ditangkap

5 hari lalu

Gara-Gara Uang Kerap Hilang Misterius, Warga Jember Pasang Spanduk Rawan Tuyul

6 hari lalu

Gempa Terkini Magnitudo 3,4 Guncang Tenggara Jember Jatim

13 hari lalu

Melawan Saat Ditangkap, DPO Curanmor di Jember Meronta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal