Untuk bisa melanjutkan kuliah S-2, Tamam mengaku mengumpulkan uang tiap hari dari hasil jerih payahnya mengaspal. “Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama istri, saya sisihkan uang dari ngojek untuk biaya kuliah S-2,” ujarnya.
Tamam mulai kuliah S-2 di Program Pascasarjana IAIN Jember pada 2017. Di sela-sela kesibukannya mengantar jemput konsumen, Tamam tak lupa masuk kuliah.
“Kalau tidak ada jam perkuliahan, saya mengaspal (ngojek) lagi,” katanya.
Tamam mengakui banyak suka duka saat menjadi ojek online. Dia senang bila mendapat banyak orderan dari pelanggan. Namun, kadang merasa sedih jika mendapat pesanan fiktif.
“Saya pernah suatu kali mengantar go food dengan alamat tertentu. Ternyata tujuan alamat itu pemakaman umum yang jauh dari permukiman warga,” tuturnya.
Meski demikian, Tamam tetap tegar dan akan menjadikan pekerjaan ojek online ini sebagai jembatan untuk meraih cita-citanya.
Apalagi teman sejawatnya mendukung kerja kerasnya, bahkan saat wisuda puluhan teman sesama ojek online ikut mengantarkan Tamam dengan melakukan aksi konvoi menuju kampus IAIN Jember.