"Saya mengapresiasi KEK Singhasari yang telah mengimplementasikan 'link and match'. Semoga kerja sama ini dapat ditiru dan diimpementasikan di daerah kawasan industri lainnya, serta di daerah yang bukan kawasan industri pula," katanya.
Wikan pun berharap, kemitraan strategis (strategic partnership) atau "link and match" antara pendidikan vokasi dengan DUDI, sedikitnya harus memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, permanen dan berkesinambungan, serta efektif dan efisien. Pelaksanaannya menuntut keterlibatan seluruh stakeholder, baik pemerintah daerah, industri dan pengelola lembaga pendidikan dalam perencanaan maupun implementasinya.
Nota kesepahaman Kemendikbud dengan KEK Singhasari yang ditandatangani memuat tentang "Pengembangan Pendidikan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi". Selain itu perjanjian kerja sama Ditjen Pendidikan Vokasi dengan KEK Singhasari tentang Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Pendidikan Vokasi.
Dalam acara tersebut, turut dihadiri juga Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Ketua Yayasan Pendidikan Telkom.
Direktur PT Intelegensia Grahatama (IGT), David Santoso selaku pengelola KEK Singhasari, mengatakan, penandatangan kerjasama ini bukan sebatas seremonial saja, namun akan terus dikawal untuk menghubungkan dan menyambungkan dunia pendidikan dengan dunia industri.