“Korban awalnya hendak keluar, namun belum sampai di luar, rumahnya sudah terlebih dahulu roboh,” katanya.
Pantauan di lokasi, rumah Nenek Siani terletak di dekat aliran sungai. Bagian dindingnya terbuat dari bambu dan memang sudah tidak layak huni. Sampai Kamis siang, warga setempat bergotong royong untuk membersihkan puing-puing rumah Nenek Siani yang telah rata dengan tanah.
Penuturan warga, Nenek Siani memang memilih hidup sebatang kara. Sesekali anak maupun kerabat keluarganya datang berkunjung.