“Setelah minum kopi, korban pulang ke rumah yang tidak jauh dari warung. Beberapa saat kemudian, Nur Ahmadi merasa mual dan pusing serta mulut berbusa dan langsung dibawa ke puskesmas untuk diperiksa. Namun, dirujuk ke Rumah Sakit Sakinah,” katanya.
Tak berselang lama, kata dia, pemilik warung Ponisri mengalami gejala yang sama dan dijemput ambulans ke Puskesmas Dawarblandong.
Galih menuturkan, sebelum kejadian, Ponisri dan suaminya, Samino Putro sering terlihat cekcok. Korban menilai suaminya malas bekerja.
Dua pekan lalu, suami korban meninggalkan rumah dan mengancam Ponisri dengan pamitan ke warga untuk menggelar tahlil Kamis ini, serta menunjukkan racun tikus dalam saku.
“Dari awal memang keluarga ini sudah lama mau cerai, terus sudah dua bulan yang laki gak kerja. Disuruh kerja ndak mau. Suami korban ini cemburan sama orang-orang yang datang ke warung,” katanya.