“Kalau ga mau ular masuk rumah, ya jangan sampai makanan ular seperti tikus, masuk rumah,” katanya.
Untuk mengantisipasi, Rudi dan perangkat Desa Watugaluh mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungannya agar tetap bersih. Tempat yang disukai ular antara lain tumpukan kayu, tumpukan batu-bata, atau rumah yang kosong yang banyak terdapat mangsa seperti tikus.
Sementara itu, Sekdes Watugaluh, Ahmad Subari mengatakan kasus ular masuk rumah di desanya sebenarnya jarang terjadi. Hanya saja ada beberapa lokasi yang disinyalir menjadi sarang ular.
“Biasanya ada di rumah kosong dan tumpukan kayu, dan pergantian musim ini biasanya ular pada keluar sarang,” katanya.
Selain di Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, warga di Desa Tembelang, Kecamatan Tembelang juga telah menangkap anak ular belang yang masuk ke pemukiman. Seperti halnya ular kobra, ular belang juga termasuk ke dalam golongan ular yang bisanya membahayakan.