La Nyalla memberikan fakta dimana radio harus berubah sejak ada podcast. Televisi harus berubah setelah ada streaming dan youtube. Pola dunia periklanan juga berubah, setelah ada big data yang mampu mengolah algoritma hidup manusia.
"Pekerjaan manusia di industri media juga pasti akan digantikan oleh automasi. Seperti yang sudah terjadi di proses pra cetak dan cetak media massa printing. Sekarang tidak perlu lagi petugas pra cetak. Bahkan sejak dari meja layout seorang editor bisa langsung menyusun tulisan di template layout," papar Senator asal Jawa Timur itu.
Mengenai perubahan global dalam koridor dunia digital, La Nyalla menilai ada dua peluang sekaligus tantangan yang dihadapi.
"Pertama adalah percepatan pertumbuhan digitalisasi yang merambah semua sektor. Kondisi ini memaksa kita untuk memasuki digitalisasi ekonomi. Karena semakin pesatnya era automasi dan artificial intelijen, yang akan menggantikan beberapa peran manusia," ucap dia.
Kedua, bangsa Indonesia akan memasuki puncak demografi usia produktif pada tahun 2045. Dimana jumlah populasi penduduk usia produktif mencapai 70 persen dari total penduduk Indonesia pada saat itu.