Detik-detik Supersemar Terbit, Soeharto Sakit Tenggorokan hingga Bung Karno Tinggalkan Rapat

Solichan Arif
Ilustrasi pembacaan supersemar. (Foto: Kemdikbudristek)

Soeharto lantas memerintahkan Amir Mahmud, Menteri Perindustrian Dasar Mayor Jenderal M Yusuf, dan Menteri Urusan Veteran dan Demobilisasi Mayor Jenderal Basuki Rahmat untuk menemui Bung Karno di Bogor.

Pada 11 Maret 1966 petang, mereka berhasil menemui Bung Karno. Presiden Soekarno didampingi Subandrio, Chaerul Saleh, Leimena dan Hartini, istrinya.

Terjadi diskusi serius dan cukup alot terkait proses lahirnya Supersemar. Perundingan kedua belah pihak berlangsung cukup menegangkan.

Sampai pukul 19.30 WIB, Bung Karno akhirnya bersedia menandatangani Supersemar, yang intinya memberikan mandat kepada Soeharto untuk mengambil segala tindakan yang dirasa perlu demi stabilitas negara.

Terbitnya Supersemar merupakan awal berakhirnya kekuasaan politik Bung Karno. Pada 12 Maret 1966, yakni sehari setelah Supersemar terbit, Soeharto langsung membubarkan PKI beserta seluruh organisasi yang berafiliasi di dalamnya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sesepuh Pesantren Buntet Cirebon Dukung Penuh Gelar Pahlawan Nasional Soeharto

57 tahun lalu

Nama-Nama 7 Tokoh Asal Jateng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

57 tahun lalu

Soeharto Disebut Penuhi Syarat jadi Pahlawan Nasional, Ini Respons Mensos

57 tahun lalu

Sejarah Astana Giribangun, Makam Soeharto dan Ibu Tien di Lereng Gunung Lawu Karanganyar

57 tahun lalu

Layakkah Soeharto Jadi Pahlawan Nasional? Ini Analisis Sejarawan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal