Sementara kitabnya yang berjudul Ghunyatut Thalabah Syarah ala Mandzumat at-Thayyibah fi Qiraatil Asyrah dijadikan acuan wajib untuk perkuliahan di Fakultas Al-Qur’an Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Syekh Mahfudz At Tarmasi meninggal dunia pada tahun 1920 di Makkah.
6. Syekh Sayyid Utsman Betawi
Syeikh Sayyid Utsman Betawi merupakan seorang sosok ulama besar yang menjadi guru dari semua guru agama, khususnya masyarakat Betawi. Ia lahir di Kampung Arab (Pekojan) Jakarta Barat pada 17 Rabi’ul Awwal 1238 H atau 1822 M dengan nama lengkap Sayyid Utsman bin Abdullah bin Aqil bin Umar bin Yahya al-Alawi.
Pada namanya tersemat ‘Sayyid’ karena nasabnya yang tersambung dengan Rasulullah SAW. Syekh Sayyid Utsman diangkat menjadi mufti setelah 22 tahun menimba ilmu di lebih dari 10 negara. Ia menjadi mufti di Indonesia pada pertengahan abad ke-19, di masa pemerintahan kolonial Belanda. Sebagai mufti, ia mengeluarkan fatwa yang menjadi jawaban atas persoalan umat berkaitan dengan hukum Islam.
Syekh Sayyid Utsman Betawi dikenal sebagai ulama yang berpengaruh. Ia sangat produktif menulis. Diketahui, ada lebih dari 100 kitab yang telah ditulisnya dan menjadi sumber rujukan masyarakat. Kitab-kitab tersebut di antaranya, Jawazu Ta'addudil Jumu'ah, Kitab Al Faraidh, dan Shifat Dua puluh. Pada tahun 1913, Syekh Sayyid Utsman Betawi meninggal dunia.
7. Buya Hamka
Prof Dr H Abdul Malik Karim Amrullah, atau yang dikenal dengan nama Hamka, lahir pada 17 Februari 1908 dan wafat pada 24 Juli 1981. Hamka merupakan seorang ulama dan sastrawan Indonesia yang dihormati dan disegani di kawasan Asia hingga Timur Tengah.