Dia juga memastikan suara dentuman yang muncul diduga berasal dari atas tanah dan bukan dari dalam tanah. Jika suara dentuman itu berasal dari dalam tanah, maka frekuensinya akan terekam di alat seismograf dan peralatan milik BMKG.
"Ya, dari luar tanah. Dari rekaman seismograf tidak ada, artinya itu bukan karena aktivitas di dalam bumi, biasanya kalau aktivitas di dalam bumi biasanya kami ada suara rekamannya," kata Mamuri.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono juga meyakini suara dentuman misterius di Malang raya terjadi akibat fenomena thunderstorm. Hal ini diungkapkan pada akun twitter pribadinya @DaryonoBMKG. Dalam unggahannya Daryono, menyebut ada catatan sensor BMKG Pandaan tidak mencatat anomali seismik yang ada.
"Untuk teman-teman di Malang yang melaporkan pada pukul 00.50 - 01.18 WIB dan pukul 03.00-03.22 WIB mendengar suara dentuman misterius, ini catatan sensor BMKG di Pandaan tidak mencatat anomali seismik," tulis Daryono.
Diketahui, suara dentuman misterius di Malang raya masih terdengar pada pukul 14.13 WIB. Suara tersebut terdengar dengan frekuensi kecil dan interval yang lebih sedikit.