Bahkan, pihaknya juga siap untuk mengratiskan listrik dan air bagi para lansia. Semua kebutuhan itu akan ditanggung oleh pemerintah. Sekaligus memastikan mereka bisa hidup nyaman di Kota Pahlawan.
Sementara itu, Machfud Arifin melihat perhatian pemkot pada lansia masih belum merata. Buktinya masih banyak lansia di dekat Terminal Joyoboyo yang tidur di jalanan. Termasuk juga balita-balita yang mengalami stunting.
Parahnya lagi, saat ini Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Surabaya mencapai 700.000 jiwa. Untuk mengurangi beban masyarakat miskin, pihaknya memastikan pendidikan gratis dan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT).
“Kami akan memberikan BLT per KK Rp1 juta. Sementara untuk kampung-kampung, kamu juga memberikan bantuan Rp150 juta per RT,” kata Machfud.
Untuk terus memahami kondisi masyarakat, pihaknya berjanji untuk berkantor di 105 kelurahan secara berkala. Sehingga semua kebutuhan masyarakat bisa diserap dengan cepat. “Kami tentu prihatin masih banyak warga di Surabaya yang tak memiliki jamban,” tuturnya.