Pernyataan itu disampaikan Whisnu menyusul beredarnya video aksi massa yang mendatangi Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan. Whisnu mendengar, bahwa ada oknum berseragam loreng, ikut dalam aksi massa yang berujung masalah tersebut.
“Saya baru mendengar. Belum melihat langsung (video rekaman). Nanti akan saya cek kembali. Apakah ada anggota kami atau tidak. Kalau terbukti pasti ada sanksi,” kata Whinu, seusai bertemu dengan sejumlah elemen mahasiswa di Rumah Dinas Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan.
Informasi yang dihimpun iNews.id, beberapa orang berseragam TNI ikut berada di lokasi saat terjadi ketegangan antara massa aksi dengan Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan. Akibat ketegangan tersebut, aparat Polrestabes Surabaya datang ke lokasi dan mengamankan 43 mahasiswa dari tekanan massa.