Sebelumnya, Arief menerima keluhan dari warga yang mengadu daging BPNT kondisinya busuk dan berbau. Dia lantas mengecek sendiri ke lokasi pembagian dan didapati daging dalam kondisi busuk masih disimpan dalam kotak es.
Salah satu warga desa, Rami mengaku, sebelumnya juga pernah menerima bantuan BPNT berupa daging ayam tak layak konsumsi. Dia sempat nekat memasaknya, meski daging sudah berwarna biru dan berbau.
“Setelah dimasak, waktu dikonsumsi, langsung dimuntahkan karena berbau busuk,” katanya.
Sementara Ketua Agen Daging BPNT Kecamatan Jenu, Saiful Rohman mengatakan, agen dan supplier daging sudah ada komitmen jika ada daging busuk akan langsung diganti. Namun demikian, proses penggantian membutuhkan waktu
“Karena stok barang tidak selalu tersedia setiap saat, sehingga supplier tersebut diminta membuat surat pernyataan untuk bersedia menggantinya,” katanya.