Apalagi, Muktamar diputuskan digelar singkat tanggal 22-23 Desember. Waktu yang singkat ini mengharuskan panitia siap betul saat menghadapi calon peserta.
Selain soal verifikasi kepesertaan, panitia juga harus mengamankan nama-nama Ahwa (Ahlul Halli Wal Aqdi) yang dibawa Rais Syuriah baik wilayah maupun cabang. "Ahwa itu betul-betul haknya Rais Syuriah. Tidak boleh dicampuri siapapun, termasuk panitia jangan mempengaruhi," ujar Gus Ipul.
Diketahui setelah melalui berbagai dinamika, PBNU memutuskan untuk memajukan pelaksanaan Muktamar pada tanggal 22-23 Desember 2021 di Lampung.