Selain mengamankan para pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Avanza bernopol A 1040 AN, dua telepon seluler (ponsel), pakaian, obeng, tang, dan kunci roda yang digunakan saat beraksi. “Mereka memang spesialis pencuri baterai dengan peralatan yang cukup lengkap,” katanya.
Wahyu mengatakan, dari hasil pemeriksaan, para pelaku ternyata tidak hanya melancarkan aksinya di wilayah Lamongan saja. Mereka pernah melakukan aksinya di beberapa daerah lain seperti Jombang dan Mojokerto.
Saat ini, polisi masih memburu penadah baterai traffic light yang diperkirakan bernilai Rp70 juta per unit. “Pengakuan pelaku dijual ke Mojokerto, tapi kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap siapa penadahnya dan dijual ke mana,” katanya.
Kini, para pelaku mendekam di tahanan Mapolres Lamongan. Kelimanya dijerat dengan Pasal 363 KUHP ayat 1, ke-4 dan ke-5. “Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara,” katanya.