Artinya siapa pun Raja Mataram nanti adalah suami penguasa laut selatan. Dalam kisah "Di Antara Kali Progo Dan Kali Opak" Sutawijaya menganggap syarat tersebut bukan syarat, tapi sebuah anugerah.
Karenannya tanpa pikir panjang Sutawjiaya langsung menyatakan kesanggupannya. "Dengan senang hati, Ratu," kata Sutawijaya. Ratu Kidul itu pun kemudian menghilang.
Sutawijaya kemudian mentas dari air dan melanjutkan semedinya di Lipura, yakni bagian hutan Mentaok paling selatan, tepatnya di sebelah barat Kali Opak.
Di atas batu yang permukaanya rata, Sutawijaya tertidur. Ki Juru Mertani yang mencari keponakannya melihat cahaya biru dari langit yang jatuh ke tubuh Sutawijaya.
Ki Juru Mertani menangkap isyarat Sutawijaya kelak menjadi seorang raja besar. Dia juga mendengar penuturan Sutawijaya yang sempat bertemu Ratu Laut Selatan. Untuk menyempurnakan laku tirakat, Ki Juru Mertani lantas meminta Sutawijaya melanjutkan semedinya di Gunung Merapi.