Cerita Retaknya Hubungan Dwitunggal Soekarno-Hatta, Ini Pemicunya

Solichan Arif
Soekarno-Hatta. (istimewa).

Ketika delegasi yang terdiri atas lima orang perwakilan parpol (PSII, NU, PNI, Masyumi dan PKI) menyampaikan bahwa rakyat masih menginginkan Dwitunggal, Bung Hatta menjawab: Dwitunggal yang tidak mempunyai kekuasaan tidak ada gunanya. Dulu di Yogya Dwitunggal itu memang perlu, karena mempunyai kekuasaan, tapi sekarang tidak lagi.  

Hatta juga mengatakan dengan pengunduran dirinya sebagai wakil Presiden, dia akan lebih banyak bekerja untuk membangun masyarakat dan negara. 

Bung Karno akhirnya menanggapi kehebohan politik itu. Tepat pada tanggal 5 Februari 1957, Presiden Soekarno mengeluarkan keputusan No 13/1957 yang isinya, terhitung mulai 1 Desember 1956 resmi memberhentikan Mohammad Hatta sebagai wakil Presiden.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mengenal Keroncong, Musik Kesukaan Bung Karno yang Dipromosikan hingga ke Mancanegara

57 tahun lalu

Singgah ke Rumah Pengasingan di Banda Neira, Ini yang Ganjar Kagumi dari Perjuangan Bung Hatta

57 tahun lalu

Komitmen Lanjutkan IKN, Ganjar: Perencanaan Pemindahan Ibu Kota Ada sejak Zaman Bung Karno

57 tahun lalu

Viral Jembatan Kaca di Kampung Wisata Malang Retak, Begini Faktanya

57 tahun lalu

Momen Haru Pertemuan Soekarno dan Musso sebelum Pemberontakan PKI, Ada Pelukan dan Air Mata

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal