Cerita Rakyat di Malang Jawa Timur, Asal Usul Nama Kota Malang

Aimina Zalfa Salsabila
Ikon Kota Malang. (widyakarya).

Sampai suatu sore, dia memutuskan untuk bermalam di suatu tempat dan meminta seluruh pasukannya yang terdiri atas sekitar 3.000 orang untuk mendirikan tenda. Mereka pun beristirahat untuk memulihkan tenaga agar bisa melanjutkan perjalanan dan melaksanakan perintah Sultan Agung keesokan harinya.
 
Di tempat peristirahatannya, Tumenggung terkesima melihat pemandangan di sekitar Gunung Kawi. Melihat itu, dia semakin ingin menaklukkan wilayah itu. "Betapa indahnya dataran ini," katanya kepada seorang pelayan yang setia. 

"Ya, Pak. Daerahnya juga sangat subur karena dilintasi Sungai Brantas," kata pelayannya. "Di wilayah inilah  berdiri Kerajaan Kanjuruan yang dipimpin oleh Raja Gajayana. Konon di daerah ini juga ada candi Malangkuseswara, tapi sekarang sudah tidak ada jejaknya lagi," kata Tumenggung. 
 
Tumenggung Alap Alap juga berkata, "Kita harus berhati-hati untuk menaklukkan kabupaten ini. Di sini, kerajaan Singasari pernah berjaya. Saya yakin yang akan kita hadapi nanti bukanlah orang sembarangan. Saya khawatir tentang moral para prajurit mereka akan berbalik melawan kita," katanya. 

Keesokan harinya, Tumenggung Alap Alap dan pasukannya melanjutkan perjalanan. Namun, mereka berhenti ketika memasuki sebuah kawasan bernama Merjosari. Mereka berhenti karena ada pohon besar yang ditebang sembarangan di jalan setapak. 

Mau tidak mau, mereka juga membersihkan batang pohon yang berserakan yang tentu saja memakan banyak waktu dan energi. Setelah selesai, Tumenggung mengirim beberapa prajuritnya untuk mengamati sekeliling. 

Belakangan diketahui, ternyata tentara dan rakyat bersatu berniat menghadang pasukan Mataram. "Maafkan saya Pak, ternyata mereka menolak kedatangan kami. Mereka  siap berperang untuk  menyambut kita semua. Tapi jangan khawatir, Pak. Mereka hanya mewakili sepertiga dari tentara kita," kata seorang tentara. 

"Namun, kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk bertarung," ucap Tumenggung Alap Alap. 
 
Keesokan harinya, pertempuran pecah. Tak disangka, orang-orang di sekitar Gunung Kawi dalam jumlah kecil memenangkan pertempuran. Di bawah pimpinan Bupati Ronggokusumo, mereka mampu mengalahkan tentara Mataram dan mempertahankan wilayahnya. Dari perlawanan ini, daerah itu disebut Malang karena ada tentara "sial" (Jawa) atau dalam bahasa Indonesia berarti "penghalang" atau "menghalang-halangi".
 
Nah, itu dia asal usul cerita rakyat Kota Malang, Jawa Timur. Ternyata, Malang diambil dari kata “penghalang”. Sangat menarik ya!

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kebakaran 2 Rumah Kontrakan di Malang, Akses Gang Sempit Hambat Pemadaman

57 tahun lalu

Kecelakaan di Malang, Motor dan Ambulans Tabrakan di Depan IGD RSSA

57 tahun lalu

Pamit Ujian, Pelajar SMP di Malang Ditemukan Tewas dalam Kamar Mandi

57 tahun lalu

Bea Cukai Malang Gagalkan Peredaran 84.000 Batang Rokok Ilegal, 1 Orang Ditangkap

57 tahun lalu

Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur NTB Ricuh, 3 Orang Dilarikan ke RS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal