Algeme Studi Club merupakan cikal bakal PNI (Partai Nasional Indonesia) yang berdiri tahun 1927. Menggantikan orang tuanya, Bu Wardoyo membezuk Bung Karno di penjara.
Melihat kondisi adiknya yang kurus dan hitam, sebagai saudara kandung dia juga sedih. Namun perubahan fisik kurus dan hitam yang menurut orang lain sebagai penderitaan, bagi Bung Karno bukan penderitaan.
Menjadi kurus dan lebih hitam merupakan cara Bung Karno bertahan hidup di dalam penjara. Dia sengaja membuat kulitnya menjadi hitam dengan bekerja dan bergerak di bawah terik matahari. Tujuannya untuk memanaskan tulang-tulangnya.
"Sebab di dalam sel tidak ada sinar matahari, lembab, gelap dan dingin," demikian yang tertulis dalam buku "Soekarno Poenja Tjerita, Yang Unik dan Tak Terungkap dari Sejarah Soekarno".
Bung Karno tak pernah menyerah. Meski disel bersama para pesakitan kasus korupsi, penyelewengan atau penggelapan, dia terus memutar akal bagaimana bisa berkomunikasi dengan dunia luar.