Cerita Perlakuan Jahat Kolonial Belanda Terhadap Orang Arab di Nusantara

Solichan Arif
Komunitas Arab Nusantara (foto:repro/ist).

Munculnya kebijakan kolonial Belanda yang tidak mengenakkan bagi orang Arab tersebut, bersumber dari pemikiran Snouck Hurgronje. Snouck merupakan penasihat terpenting khusus Urusan Arab di Hindia Belanda (Islamitischeen Arabische Zaken).

Bagi pandangan Snouck Hurgronje, orang-orang Arab dan keturunan Arab adalah penghasut para kiai, guru agama, dan warga muslim Nusantara (pribumi) yang itu membahayakan kepentingan Belanda.

Snouck Hurgronje tak berhenti membonsai eksistensi orang-orang Arab di Nusantara, meskipun dirinya secara pribadi juga sempat tak setuju dengan adanya aturan surat izin bagi orang-orang Arab yang hendak melakukan perjalanan.

Dalam surat 22 Desember 1902 yang ditujukan kepada Gubernur Hindia Belanda, Snouck menyebut keberadaan orang-orang Hadhrami tidak menguntungkan, bahkan secara politik merugikan.

Jika kedatangan mereka di Pulau Jawa dibebaskan, jumlah orang-orang Arab yang ribuan akan menjadi puluhan ribu, dan Pemerintah Hindia Belanda akan semakin sulit mengawasi. Apalagi sejak ada Konsul Turki di Hindia Belanda, sikap orang-orang Arab dinilai semakin berani memusuhi Belanda.

“Snouck sejak awal adalah pendukung gigih pelarangan imigrasi dari Hadhramaut,” kata Huub De Jonge dalam Mencari Identitas, Orang Arab Hadhrami di Indonesia (1900-1950).

Dalam tulisan Islam dan Keturunan Arab Dalam Pemberontakan Melawan Belanda, Hamid Algadri menyebut Snouck Hurgronje tengah menerapkan politik Arab-fobi. Framing Arab-fobi merupakan kelanjutan dari Islam-fobi di mana keturunan Arab dianggap memegang peranan cukup penting dalam melawan kolonial Belanda di Jawa dan Nusantara pada umumnya.

“Untuk menjajah Pulau Jawa mereka (Kolonial Belanda) memerangi kerajaan Islam di pantai pulau itu yang sebagian dari kerajaan itu didirikan oleh orang keturunan Arab, sebagaimana dikatakan oleh Prof  LWC Van den Berg".

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

PSBM XXVI Jadi Ruang Konsolidasi, Waketum Perindo Dorong Kolaborasi Ekonomi Kerakyatan

57 tahun lalu

Pesan Angela Tanoesoedibjo ke Kader Perindo Sulsel: Turun ke Masyarakat Bangun Ekonomi Bernilai Tambah

57 tahun lalu

IKN Jadi Ibu Kota Politik, Targetkan 9.500 ASN Pindah pada 2029

57 tahun lalu

Momen Majapahit Dibumihanguskan, Pergolakan Internal Akhiri Kejayaan Kerajaan Besar Nusantara

57 tahun lalu

Kisah KNIL Hadapi Jepang: Tentara Pribumi Dipaksa Bertempur dengan Persenjataan Minim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal