Bahkan selama lebaran nanti tetap bertugas sejak pagi pukul 06.00 WIB. Hal ini diakuinya sudah terbiasa, termasuk istri dan anaknya yang terbiasa ditinggalkannya bertugas melayani pemudik.
"Sudah terbiasa, ya kalau shift pagi ya mau tidak mau kita nggak bisa ikut salat Id. Mau gimana lagi, namanya tugas. Kita niati beribadah saja melayani masyarakat," ujarnya.
Di mudik Lebaran 2022 ini Hariono menyatakan, tugasnya bakal bertambah lantaran ada sejumlah penambahan perjalanan kereta api khususnya untuk KA pengangkut BBM yang melintas ke Terminal Pertamina Malang. Tercatat selama delapan jam shift jaga, setidaknya ada 20 kereta api yang melintas.
"Biasanya sekali shift 8 jam, tidak boleh lebih. Saya ini kebagian shift pagi dari jam 05.45 WIB sampai nanti jam 14.00 WIB. Sekali shift biasanya 16 sampai 20 kereta api lewat paling banyak. Kalau tambahan belum ada, biasanya tambahan dua (keberangkatan) kereta, itu pun di tahun 2019 lalu, 2022 ini sepertinya belum ada," ujarnya.
Dirinya menyatakan, sudah hampir delapan tahun melayani masyarakat dengan menjaga palang pintu perlintasan kereta api. Selama waktu itu suka duka ia alami saat bekerja sebagai penjaga perlintasan kereta api.