Cerita Mpu Sindok, Sosok Bijaksana Lahirkan Raja-Raja di Pulau Jawa 

Avirista Midaada
Ilustrasi Mpu Sindok. (posviralblogspot)

Hal ini mengesankan bahwa kedudukan Mahendradatta lebih tinggi daripada Udayana. Bisa jadi saat itu Baki merupakan negara bawahan Jawa. Penaklukan Bali diperkirakan terjadi semasa pemerintahan Dyah Balitung sekitar tahun 890-900 M. 

Kembali ke kiprah Mpu Sindok, selepas pernikahannya dengan Sri Wardhani Mpu Kebi, keberuntungan mengayomi Mpu Sindok. Pasalnya pada 928 M, Gunung Merapi meletus menghancurkan istana Medang dan membuat sang raja Dyah Wawa diduga kuat turut terkubur di dalamnya. 

Mpu Sindok pun menobatkan dirinya sebagai raja Mataram, tetapi dia memindahkan pusat pemerintahan Mataram di Tamlang berdasarkan Prasasti Turyan pada 929 M. Mpu Sindok naik takhta menjadi raja bergelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana Wikramatunggadewa pada 928-947 M. Saat memerintah ia didampingi seorang Rakai Mahapatih Hino yang bernama Mpu Sashara. 

Saat memerintah sebagai Raja Mataram inilah Mpu Sindok terkenal sebagai raja yang adil dan bijaksana. Dia selalu berusaha untuk memakmurkan kehidupan seluruh rakyatnya. Mpu Sindok menjadi penganut agama Hindu yang taat, tapi ia sangat menjaga toleransi terhadap umat agama lain. 

Sebagai buktinya Mpu Sindok memberikan penghargaan Desa Wanjang sebagai sima swantantra kepada seorang pujangga bernama Sri Sambhara Suryawarana yang menulis kitab Buddha aliran Tantrayana, bertajuk Sang Hyang Kamahayanikan. 

Alhasil dari Mpu Sindok ini pula lahir dinasti baru raja-raja Jawa yang dinamakan Dinasti Isana. Dimulai dari Sri Isanatunggawijaya yang merupakan istri raja Bali Sri Lokapala, berlanjut ke Sri Makutawangsawardhana, Dharmawangsa Teguh, Mahendradatta istri Udayana Warmadewa, hingga Airlangga atau yang bergelar Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramottunggadewa. 

Mpu Sindok pada akhirnya mangkat atau meninggal pada 947 M. Arwahnya lantas dicandikan di Isanabajra atau Isanabhawana. Selanjutnya raja Medang diemban oleh Sri Isanatunggawijaya yang menikah dengan Sri Lokapala dari Bali.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, KAI Daop 8 Surabaya Layani 38.000 Penumpang

57 tahun lalu

Gunung Semeru Meletus Siang Ini, Kolom Abu Capai 500 Meter ke Langit

57 tahun lalu

Gunung Semeru Meletus, Abu Vulkanis Menyembur Setinggi 1 Km ke Langit

57 tahun lalu

9 Kampung Nelayan Baru di Pulau Jawa Rampung Dibangun, Ini Sebaran Lokasinya

57 tahun lalu

Bencana di Lebak, BPBD: 6 Orang Tewas 146 Rumah Rusak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal