Cerita Hayam Wuruk Muda, Pandai Rayu Perempuan dengan Tari dan Suara Merdu 

Avirista Midaada
Prabu Hayam Wuruk (ilustrasi).

Pada lingkungan wanita, dia disebut Pager Antimun, dalam lingkungan agama Siwa dia disebut Janeswara, dan dalam pedalangan ki Dalang Tirtaraju. Di tari banyol saat itu Hayam Wuruk kecil suka memainkan peranan Gagak Katawang.

Pada kitab Negarakertagama pupuh 91 diuraikan Hayam Wuruk memiliki suara merdu merayu-rayu. Permainan tari topengnya sangat bagus. Pada kitab Negarakertagama inilah kesukaan Hayam Wuruk terhadap para wanita saat masih muda diuraikan.

Namun penobatannya sebagai raja Majapahit tak diuraikan secara jelas dan pasti. Pada Negarakertagama pupuh 6 / 1, dinyatakan penobatan Sri Nata, namun tidak bertarikh tahun. Sementara pada piagam OJO LXXXIV yang berasal dari karasidenan Surabaya, dimana terdapat nama Dyah Hayam Wuruk, bhatara cri Rajasanagara, dan berbagai nama keluarga raja.

Di piagam itu dijelaskan pula pendirian Candi Prapancasapura yang dipastikan saat itu Candi Prapancasapura itu berdiri, Hayam Wuruk telah dinobatkan sebagai raja Majapahit, dengan nama abiseka Sri Rajasanagara.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sejarah Gua Anggas Wesi yang Ditempati Darmaji Puluhan Tahun, Diyakini Miliki Sisi Gaib

57 tahun lalu

Sejarah Masa Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Majapahit akibat Perebutan Takhta

57 tahun lalu

Momen Majapahit Dibumihanguskan, Pergolakan Internal Akhiri Kejayaan Kerajaan Besar Nusantara

57 tahun lalu

Perang Bubat: Pertentangan Hayam Wuruk dan Gajah Mada yang Berujung Tragedi Berdarah

57 tahun lalu

Tragedi Perang Bubat, Pernikahan Kerajaan Sunda-Majapahit Berubah Jadi Pertumpahan Darah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal