Cerita Bung Karno, Ingin Jalani Hidup sebagai Pelukis Andai Tak Jadi Presiden

Solichan Arif
Presiden Soekarno. (Foto IG PDIP).

Melihat itu, Dullah memutar akal. Sebagai salah satu perupa kesayangan Bung Karno, dia tahu bagaimana cara mendekati Bung Karno. "Maaf, Pak, matahari sudah agak tinggi," kata Dullah.

“Maksudmu?” Bung Karno menanggapi. Dullah pun langsung berargumentasi panjang lebar. Dia bicara tentang efek cahaya yang sudah tak sesuai kehendak. Dengan setengah mengarang, Dullah mengatakan matahari yang tinggi membuat efek cahaya di dalam hutan tak seindah terobosan matahari pagi.

Bung Karno seketika menghentikan sapuan kuasnya. Sejenak ia memandangi kanvas, menatap objek yang sedang dilukis, memandang Dullah dan menarik napas dalam-dalam.

"Benar juga, Dullah. Baiklah kita kembali ke sini besok lebih pagi, untuk melihat apa yang kau katakan itu," ujar Bung Karno seperti tertulis dalam "Soekarno Poenja Tjerita, Yang Unik dan Tak Terungkap Dari Sejarah Soekarno". Bung Karno beserta rombongan kecilnya seketika itu kembali ke Jakarta.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Diminta Bantu Selesaikan Konflik PPP

57 tahun lalu

Prabowo Sebut Penyerahan 26.000 Rumah Subsidi ke Masyarakat Lampaui Target

57 tahun lalu

Prabowo Sebut Tanggul Laut Raksasa Dibangun untuk Selamatkan 50 Juta Jiwa di Sekitar Pantura

57 tahun lalu

KSP Qodari Jelaskan Tujuan Prabowo Akan Bagikan 330.000 Smart TV ke Sekolah

57 tahun lalu

Bahlil Laporkan ke Prabowo Kondisi Terkini Tambang Freeport Usai 7 Pekerja Terjebak Longsor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal