Cerita Bung Karno, Ingin Jalani Hidup sebagai Pelukis Andai Tak Jadi Presiden

Solichan Arif
Presiden Soekarno. (Foto IG PDIP).

"Mas, mohon diperingatkan kepada Presiden bahwa daerah ini rawan, berbahaya. Ini daerah Kartosoewirjo".   

"Baru saja satu rombongan lewat tak jauh dari tempat ini. Mereka tentu akan melapor ke markas DI/TII. Kami sangat khawatir dengan keselamatan Bapak karena kita tidak siap dengan kondisi terburuk. Jumlah pengamanan kita sedikit," katanya..

Dullah terkejut. Namun dia juga tak berani mengusik Bung Karno yang baru saja memulai lukisannya. Sekarmadji Maridjan Kartoesoewirjo sebenarnya sahabat Bung Karno. Keduanya merupakan sama-sama murid HOS Tjokroaminoto saat indekos di Peneleh, Surabaya, Jawa Timur.  

Setelah kemerdekaan, keduanya bersimpang jalan. Perbedaan garis politik membuat keduanya saling berhadap-hadapan. Dan Priangan merupakan markas laskar DI/TII.

Atas alasan demi keselamatan kepala negara, pelukis Dullah meminta pengawal menyampaikan sendiri kepada Bung Karno. Apa yang terjadi? Bung Karno bergeming. Dia tetap asyik melukis meskipun pengawal menyampaikan informasi terkait DI/TII.       

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Diminta Bantu Selesaikan Konflik PPP

57 tahun lalu

Prabowo Sebut Penyerahan 26.000 Rumah Subsidi ke Masyarakat Lampaui Target

57 tahun lalu

Prabowo Sebut Tanggul Laut Raksasa Dibangun untuk Selamatkan 50 Juta Jiwa di Sekitar Pantura

57 tahun lalu

KSP Qodari Jelaskan Tujuan Prabowo Akan Bagikan 330.000 Smart TV ke Sekolah

57 tahun lalu

Bahlil Laporkan ke Prabowo Kondisi Terkini Tambang Freeport Usai 7 Pekerja Terjebak Longsor

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal