Raden Wijaya, menantu Kertanegara yang selamat dari serbuan Jayakatwang, dengan cerdik mengarahkan pasukan Mongol yang mampir di Surabaya, untuk melabrak Kediri.
"Kapal-kapal Mongol dialihkan ke Sungai Brantas menuju Kediri," tulis Suryatini N. Ganie dan Myra Sidharta.
Pertempuran hebat antara pasukan Mongol dibantu Raden Wijaya dengan pasukan Jayakatwang Kediri, tidak terelakkan. Dalam waktu singkat, Kediri tumbang. Berbagai sumber sejarah juga menyebut, Raden Wijaya bersama pasukannya kemudian berbalik menyerang pasukan Mongol.
Ribuan tentara Tartar tercerai berai, dan konon sebagian besar melarikan diri ke arah utara. Raden Wijaya berhasil mengusir tentara Mongol dari tanah Jawa.
Sementara sebelum dipukul balik oleh pasukan Raden Wijaya, sebagian besar pasukan Mongol sempat bertahan cukup lama di wilayah yang saat ini sebagai Kota Kediri. Mereka lebih banyak berdiam di atas jung-jung (perahu besar Tiongkok).