Gizi seimbang, lanjut dia, meliputi zat gizi penghasil energi yaitu karbohidrat, lemak dan protein. Kemudian zat gizi pembangun sel seperti protein. Selanjutnya zat gizi pengatur yaitu vitamin, mineral dan air.
Fikri menambahkan, konsumsi makanan dengan kandungan energi dan zat gizi sesuai dengan kebutuhannya, dapat dimulai saat persiapkan 1000 hari pertama kelahiran, atau saat merencanakan kehamilan bagi calon ibu dan ayah
Kemudian, kata dia, pemberian ASI eksklusif kepada bayi dilanjutkan pemberian makanan tambahan atau pendamping ASI setelah usia bayi menginjak enam bulan dengan kuantitas dan kualitas sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Dalam kesempatan tersebut Manajer Bagian Umum RS Al Huda Alfen Fafirly, yang turut menghadiri kegiatan tersebut, menambahkan, peran aktif rumah sakit sangat diperlukan dalam menyukseskan program nasional penurunan angka stunting dan wasting.
"Selain kegiatan internal RS, kami juga menjalin kerjasama dengan PKM Yosomulyo, PKM Genteng Kulon, PKM Kembiritan. Yakni dengan melaksanakan kegiatan pendampingan posyandu binaan di sekitar RS Al Huda," ujarnya.
Dijelaskan, bagi yang membutuhkan informasi tentang stunting dan ingin berkonsultasi gizi dapat datang langsung ke Klinik Konsultasi Gizi RSAH, buka setiap hari Senin sampai Sabtu pukul 07.00 sd 20.00.