Namun guna memastikan penyebab runtuhnya bagian atap dan tubuh candi, perlu adanya kajian keilmuan lanjutan yang dilakukan oleh timnya.
"Jadi candi ini dulu merupakan memiliki bagian tubuh dan atap yang runtuh, menutupi profil kaki di semua sisi candi. Ditemukan dua, satu di sini, satu di barat laut,” ucapnya.
Tetapi yang jelas dari hasil ekskavasinya selama enam hari sejak 7 Februari 2022, ditemukan arca menyerupai tabib yang diidentikkan mirip seperti ada di Candi Borobudur. Selain itu ada penemuan dua buahratna yang terdapat di atap candi serta pengganjal relung yang dijadikan tempat menyimpan benda-benda seperti arca, yoni dan lingga.
"Jadi di bagian tengah ini ada relung. Tempat arca ini merupakan pengganjal relung. Kemudian ada dari bata di sini, dia pakai batu karena untuk relung. Di bagian relung untuk menyimpan arca-arca, kayak jendela, tapi ada cekukan, dan di situ ada arca," ucapnya.
Tetapi kini fokus pihaknya, bagaimana memastikan kondisi candi pascaekskavasi atau penggalian pertama bisa terjaga. Candi ini bakal ditutup sementara waktu guna menjaga kondisi bebatuan yang ada agar tak lapuk oleh cuaca. Nantinya pihaknya juga bakal melakukan ekskavasi tahap kedua, melihat kondisi lanjutan demi memastikan kondisi candi.