Cara membuat ampo, kata Rasimah, cukup sederhana. Tanah liat dipadatkan terlebih dahulu, kemudian disimpan beberapa hari. Selanjutnya, gumpalan tanah liat dikikis menggunakan sebatang bambu tajam hingga menghasilkan gulungan-gulungan tipis menyerupai astor.
Setelah itu, gulungan tanah liat ini dipanggang menggunakan cawan di atas tungku. Proses pemanggangan ini membutuhkan skill dan ketelatenan. Sebab, tungku tidak boleh mengeluarkan api dan hanya dibutuhkan asap panasnya saja.
“Pemanggangan berlangsung sekitar 15-20 menit hingga gulungan tanah liat kering. Selanjutnya camilan tanah liat bisa ditiriskan,” ujar Rasimah.
Setelah menjadi ampo, Rasimah kemudian menjualnya ke pasar. Namun tak jarang warga yang datang langsung ke rumah meminta untuk dibuatkan. Harga ampo cukup murah hanya Rp10.000 per kg.
Rasimah menambahkan, ampo merupakan camilan turun-temurun sejak jaman nenek moyang. Mbah rasimah merupakan generasi kelima yang menerima resep ini dari pendahulunya.