BPS Ungkap Daya Beli Petani Jawa Timur Meningkat, Disumbang 4 Subsektor Ini

Lukman Hakim
Ilustrasi petani Jawa Timur. (Foto: Dok.)

Subsektor yang mengalami kenaikan NTP terbesar terjadi pada tanaman pangan dari 97,09 menjadi 101,23 atau sebesar 4,26 persen.

Subsektor selanjutnya yang mengalami peningkatan yakni tanaman perkebunan rakyat dari 103,12 menjadi 103,88 atau sebesar 0,73 persen, peternakan dari 102,47 menjadi 102,94 sebesar 0,46 persen, dan perikanan dari 103,00 menjadi 103,03 atau sebesar 0,02 persen. 

"Satu-satunya subsektor yang mengalami penurunan NTP adalah subsektor Hortikultura dengan penurunan sebesar 12,49 persen dari 130,74 menjadi 114,41," imbuh Umar. 

Sementara itu, 10 komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang diterima petani pada Agustus 2022 adalah gabah, telur ayam ras, sapi perah, ketela pohon, tembakau, kacang tanah, kacang kedelai, ketela rambat, kacang hijau, dan cengkeh.

Sedangkan 10 komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang dibayar petani adalah telur ayam ras, beras, rokok kretek filter, rokok kretek, bensin, zwavalezure ammoniak (ZA), urea, nitrogen phosphate kalium (NPK), mie instan, dan bekatul.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Diperpa Badung Rilis Hasil Survei NTP/NTUP 2024, Nilai Meningkat

57 tahun lalu

Kabupaten Badung Raih Penghargaan Produktivitas Padi Tertinggi Tingkat Nasional

57 tahun lalu

Ganjar Pranowo Beberkan Prestasinya Mampu Tingkatkan Nilai Tukar Petani Jawa Tengah

57 tahun lalu

NTP Jatim Naik saat Panen Raya, Gubernur Khofifah: Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran

57 tahun lalu

Daya Beli Petani Jatim Turun 0,67 Persen, Terendah di Pulau Jawa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal