Sebagai contoh, di Blitar ada seorang bernama Iwan Galau atau yang dikenal dengan nama Mujair pada 1937. Karena kesulitan hidup, dia melakukan tirakat di tepi Samudera Hindia. Dia lantas melihat ikan di laut yang sepertinya bisa dibudidayakan di air tawar.
Ikan itu pun dia bawa ke kampungnya dan dilakukan percobaan hidup di air tawar. Ternyata ikan itu mati. Tapi Iwan tak putus asa. Dia melakukan hingga 11 kali percobaan memformulasikan air tawar dan laut hingga akhirnya ikan itu bisa hidup di air tawar.
Ikan itu lantas berkembang hingga sekarang dikenal dengan nama ikan mujair. "Hal-hal seperti ini yang harus diangkat," kata Hariyono.