Soal Gelandangan, Guru Besar Ini Sarankan Risma Lihat 'Desaku Menanti' di Malang

Deni Irwansyah
Mensos Tri Rismaharini menemui pemulung/gelandangan di Jakarta Pusat. (Foto: Twitter/PDIP).

MALANG, iNews.id - Aksi blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini menemui gelandangan (tunawisma) di DKI Jakarta menuai kritik guru besar Universitas Islam Malang (Uisma) Mas'ud Said. Menurutnya, cara penananganan sosial tersebut tidak efektif karena hanya dilakukan secara parsial. 

Mas'ud mengatakan, penanganan masalah sosial, terutama Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) harus terintegerasi dan terukur. Selain karena jumlahnya banyak, problem mereka juga bermacam-macam. 

"Kalau setiap hari menemui satu per satu tunawisma, lalu jumlahnya tunawisma se Indonesia berapa. Kalau jumlah puluhan ribu, maka butuh puluhan ribu hari untuk melakukan penanganan," kata mantan Staf Khusus Menteri Sosial bidang Program Kerja dan SDM di periode pertama pemerintahan Jokowi ini.

Mas'ud mengingatkan, di Kementerian Sosial ada Direktorat Jenderal (Dirjen) Rehabilitasi Sosial. Selama ini mereka telah melakukan banyak program solutif dalam penanganan PMKS, seperti pembangunan terintegrasi 'Desaku Menanti' di beberapa titik di Indonesia. 

Beberapa di antaranya di Gunung Kidul, Padang, Pasuruan dan juga di Kota Malang. Selain sukses menangani PMKS, program tersebut kini juga menjadi penggerak ekonomi kreatif sebagai desa wisata.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

DPR Desak Kemensos Kaji Ulang Anggaran Kebencanaan 2026 yang Menyusut Drastis

57 tahun lalu

Kemensos Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Sitaro, 4 Kecamatan Terdampak

57 tahun lalu

Kemensos Salurkan Bantuan Rp9,6 Miliar untuk Korban Bencana di Sumut, Aceh, dan Sumbar

57 tahun lalu

40 Tokoh Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Ada Marsinah

57 tahun lalu

Cek Bansos Kemensos, Gus Ipul Pastikan BLTS Rp300.000 Cair Bulan Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal