Pada tanggal 13 Agustus 2015, Tri Rismaharini menerima anugerah tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden Joko Widodo bersama 14 tokoh lain di Istana Negara, Jakarta.
Selain itu, pada bulan November 2015, Risma memperoleh penghargaan antikorupsi dari Bung Hatta Anti Corruption Award. Pada bulan Juli 2018, Kota Surabaya memperoleh penghargaan Lee Kuan Yew City Prize bersama dengan Hamburg, Jerman; Kazan, Rusia; dan Tokyo, Jepang. Surabaya menjadi kota pertama di Indonesia yang memperoleh penghargaan ini.
Surabaya dinilai sebagai salah satu kota besar di dunia yang mampu mempertahankan dan mengelola kampung di tengah kota dengan manajemen pemerintah dan partisipasi masyarakat yang sangat baik, di tengah laju pembangunan kota.
Risma lahir di Kediri, Jawa Timur, 20 November 1961, merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan Mochammad Chuzaini dan Siti Mudjiatun. Tri Rismaharini menikah dengan Djoko Saptoadji. Keduanya dikaruniai 2 anak bernama Fuad Bernardi dan Tantri Gunarni.
Tri Rismaharini menempuh pendidikan dasar di SDN Kediri dan lulus pada tahun 1973. Dia melanjutkan ke SMPN 10 Surabaya dan lulus pada tahun 1976. Risma melanjutkan pendidikan ke SMAN 5 Surabaya dan lulus pada tahun 1980.
Risma kemudian melanjutkan pendidikan sarjana di jurusan Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan lulus pada tahun 1987. Selanjutnya, Risma melanjutkan pendidikan pascasarjana Manajemen Pembangunan Kota di ITS Surabaya dan lulus pada tahun 2002.
Risma pernah mendapatkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS pada 4 Maret 2015 dalam bidang Manajemen Pembangunan Kota.