PEKANABARU, iNews.id – Bank Indonesia Jawa Timur (Jatim) optimistis virus korona tidak lantas mengganggu pertumbuhan ekonomi Jatim secara keseluruhan. Sampai saat ini pertumbuhan ekonomi di Jatim tetap stabil, kendati ada penurunan di sektor pariwisata dan bisnis travel.
"Dampak korona ke ekonomi Jatim sementara belum ada. Kalau mau berhitung dampaknya masih susah dihitung kuantifikasinya," kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jatim, Difi Ahmad Johansyah di sela acara misi dagang Provinsi Jatim di Riau, Kamis (5/3/2020).
Menurut Difi, Jatim terus menggalakkan perdagangan antarpulau/antardaerah, dengan memperkuat konsumsi dalam negeri. Jika permintaan eksternal melemah, akan dikompensasi dengan permintaan antardaerah.
Baginya, potensi Jatim sangat terbuka untuk menjaga perekonomian tetap stabil pada saat ini. Hal itu dibuktikan bahwa Jatim merupakan pemasok bahan pokok dan komoditi lain ke 17 provinsi di Indonesia.
"Jatim datang ke Riau besar harapannya untuk meningkatkan perdagangan antarpulau/antardaerah sehingga saling bersinergi. Kita lihat mana yang dibutuhkan Jatim kita bisa impor dari provinsi lain, bukan dari luar negeri," katanya.