Saat menempuh pendidikan tinggi di Surabaya, Cak Jaz juga tak asing dengan dunia aktivisme mahasiswa. Aksi turun ke jalan, forum diskusi, hingga dinamika organisasi menjadi bagian dari proses yang mengasah sensitivitas sosial dan kemampuan memimpin.
Di bidang akademik, dia memperkuat perspektif ekonominya melalui program Magister Ekonomi dan Bisnis di Universitas Narotama Surabaya. Ketertarikannya pada ekonomi rakyat kemudian menjadi salah satu benang merah perjalanan politiknya.
Sebelum bergabung dengan Partai Perindo, Cak Jaz sempat menjadi calon legislatif PKB untuk wilayah Malang Raya pada Pemilu 2019 dan menjabat Wakil Sekretaris DPW PPP Jawa Timur. Namun selepas Pilpres 2024, dia memilih mengalihkan fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan.
Momentum itu kemudian membawanya lebih dekat dengan Partai Perindo. Komunikasi dengan sejumlah tokoh nasional saat terlibat dalam tim pemenangan Pilpres 2024 mempertemukannya dengan Ketua Majelis Persatuan Partai (MPP) Perindo Hary Tanoesoedibjo.
Bagi Cak Jaz, ada satu hal yang paling membekas dari pertemuan tersebut.
“Pak Hary Tanoe lebih banyak bicara soal kebangsaan dan moderasi. Dari situ mungkin ada kecocokan dengan latar belakang saya sebagai santri dan aktivis,” katanya.